5 Alat Musik Ritmis Tradisional dari Indonesia dan Luar Negeri

8 Contoh Alat Musik Ritmis Tradisional | Indozone.id

Setiap budaya selalu memiliki alat musik yang khas, terutama untuk alat musik ritmis yang bisa membuat suasana lebih meriah. Seperti di Jawa sangat terkenal dengan gendang, ketipung, dan banyak lagi lainnya.

Alat-alat musik tak bernada ini punya peran penting dalam sebuah pertunjukan. Karena bisa menjadi penentu tempo dari sebuah lagu. Nah, berikut ini beberapa contoh alat musik ritmis tradisional di Indonesia.

  1. Gendang

Alat musik asli Indonesia ini menjadi yang paling populer, karena biasanya digunakan untuk berbagai lagu-lagu tradisional di banyak daerah. Alat musik ini terbuat dari kayu yang dilubangi, kemudian di bagian tengahnya ditutup dengan kulit hewan.

Bagian yang ditutup tersebut di dua sisi, yang nantinya keduanya sama-sama menjadi bagian utama yang mengeluarkan bunyi.

Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan dua tangan. Ada juga yang menggunakan stik atau pemukul untuk memainkan alat musik ini.

Karakteristik alat ini adalah bentuknya yang panjang, dan kedua sisinya yang dilapisi kulit hewan. Alat ini dimainkan dengan posisi horizontal.

  1. Ketipung

Hampir sama dengan gendang, namun ketipung ini ukurannya lebih kecil, dan biasanya terdiri dari dua kayu yang satu sisinya ditutup dengan kulit hewan.

Cara memainkan alat musik ini dengan cara dipukul dan diketuk menggunakan dua tangan. Tangan kanan di bagian ketipung kanan, tangan kiri di ketipung bagian kiri.

Alat musik ini biasanya digunakan untuk lagu-lagu dangdut, melayu, keroncong, dan lain sebagainya. Lagu dengan ritme dan tempo yang cepat sangat asyik jika menggunakan ketipung ini sebagai pengiringnya.

  1. Rebana

Alat musik ritmis tradisional yang satu ini memiliki bentuk yang lebih pipih daripada gendang, dan hanya satu sisi saja yang ditutup dengan kulit hewan. Rebana juga biasanya terdiri dari beberapa variasi ukuran, ada yang berukuran besar, dan ada yang kecil.

Alat musik ini merupakan alat musik tradisional yang biasa dimainkan di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei. Alat musik khas melayu ini juga sering dimainkan oleh masyarakat muslim, seperti hadroh, sholawat, kasidah, gambus, dan lain sebagainya.

Rebana paling sering dimainkan setiap pengajian maulid. Bahkan di masyarakat pesantren, rebana ini hampir setiap jumat dimainkan untuk kegiatan rutin.

  1. Tifa

Alat musik ritmis yang satu ini merupakan alat musik tradisional dari daerah Indonesia Timur, yaitu Maluku dan Papua. Alat musik ini mirip dengan gendang, namun ukurannya lebih panjang, dan hanya satu sisinya saja yang menggunakan kulit hewan.

Ada beberapa jenis tifa yang digunakan, yaitu tifa jekir, tifa potong, tifa jekir potong, tifa dasar, dan tifa bas.

Kekhasan alat musik ini berupa bagian dari kayunya yang diukir dengan ukiran yang indah. Setiap suku di Maluku dan Papua bahkan memiliki ukiran yang khas masing-masing, sehingga semakin menunjukkan banyaknya variasi tifa ini.

  1. Ashiko

Alat musik tradisional ini berasal dari kawasan di luar Indonesia, tepatnya dari kawasan Afrika Barat, dan Amerika Tengah. Alat musik ini punya kemiripan dengan gendang, dan tifa yang ada di Indonesia.

Seperti halnya gendang, alat musik ini berupa kayu yang dilubangi dan ditutup dengan kulit hewan. Namun yang khas darinya adalah kulit tersebut ditarik dengan tali yang melingkar di bagian samping.

Itulah alat musik ritmis tradisional yang tidak pernah ditinggalkan. Apalagi sekarang ini semakin banyak seniman tradisional yang tetap eksis dan banyak disukai oleh masyarakat.