706 Peserta Ikuti Seleksi Perangkat Desa di Pati

706 Peserta Ikuti Seleksi Perangkat Desa di Pati

Dikutip dari Harianmuria.comSeleksi pengisian perangkat desa (Perades) di Kabupaten Pati diikuti 706 calon yang akan memperebutkan sebanyak 187 formasi. Selanjutnya, mereka akan melakukan ujian tertulis di salah satu Universitas di Kota Semarang.

Imam Kartiko, Kabag Tata Pemerintahan Kabupaten Pati pada Kamis (7/4) di ruang Penjawi Setda Pati mengungkapkan, berdasarkan keputusan Bupati, jumlah desa yang melaksanakan pengisian perangkat desa sebanyak 98 desa yang tersebar di 20 Kecamatan. Hanya desa di Kecamatan Gembong saja yang tidak ikut serta dalam seleksi kali ini.

Ia mengatakan, awalnya jumlah formasi yang dibutuhkan sebanyak 193 jabatan. Namun, pada tanggal 9 Maret terdapat 4 formasi yang belum memenuhi syarat. Dimana satu formasi minimal ada dua calon, namun di 4 formasi tersebut hanya terdapat satu calon saja.

“Itu terjadi di Kecamatan Cluwak, Desa Sumur dan Desa Karangsari. Lalu di Kecamatan Tayu, Desa Sendangharjo dan Desa Doropayung, Kecamatan Juwana,” sebutnya. 

Selanjutnya, katanya, diberikan perpanjangan hingga 11 Maret. Sampai tanggal tersebut hanya satu formasi yang memenuhi syarat.

Namun, pada tanggal 12 sampai 13 Maret saat dilaksanakan uji publik ada 5 formasi yang batal. Hal ini karena ada beberapa bakal calon yang mengundurkan diri.

“Ada di Kecamatan Gunungwungkal, Desa Sumberejo ada 3 formasi, Desa Proprak Kecamatan Winong ada 1 Formasi dan Desa Doropayung, Kecamatan Juwana ada 1 formasi. Sampai uji publik, terdapat 706 calon dalam 187 formasi atau jabatan,” terangnya. 

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengungkapkan, bahwa seleksi ini sudah sesuai dengan regulasi yang ada. Pihaknya saat ini hanya membantu dan memfasilitasi sesuai dengan hasil investigasi dan rekomendasi berdasarkan pengisian perangkat desa sebelumnya. 

DPRD Pati Menghimbau Perangkat Desa Tingkatkan Kinerja

“Hasil investigasi pengisian sebelumnya ada beberapa rekomendasi cukup banyak. Agar transparan murah dan dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya. 

Bupati pun berpesan agar Kepala Desa (Kades) tidak melakukan intervensi kepada para calon. Ia meminta para Kepala Desa menciptakan suasana kondusif selama proses seleksi berlangsung.

Dalam sambutannya itu, Bupati berpesan agar para Kepala Desa tidak melakukan intervensi kepada para calon. Ia hanya meminta Kepala Desa membantu menciptakan situasi kondusif. (Lingkar Network | Aziz Afifi – Harianmuria.com)