Jual Ikan Koi Jakarta Pusat

Jika Anda memutuskan untuk membudidayakan atau beternak Ikan Koi, maka setidaknya Anda tidak perlu tahu sedikit tentang apa saja yang dipersiapkan jika ingin beternak ikan koi, selain memilih bibit dan memilih indukan yang berkualitas.

Pahami juga tentang macam-macam penyakit ikan koi yang semakin beragam, semua jenis penyakit ikan koi bisa berakibat fatal yang terjadi pada ikan koi, selain kematian, resikonya, keindahan kehilangan warna pada ikan koi juga akan dominan seperti ketika ikan koi terkena penyakit kulit dan warna ikan koi akan memudar atau pada kasus yang parah ikan koi akan cacat fisik.

Di satu sisi perencanaan pemasangan kolam ikan koi harus sesuai dengan budget dan jumlah ikan yang ada, yang tidak kalah pentingnya adalah adanya sistem filter kolam koi, untuk itu diperlukan filter kolam yang disetujui bagi penghobi koi. . Memang memelihara ikan koi merupakan hobi yang sangat populer di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Ikan koi ini biasanya dipelihara di kolam.

Nah jika kita berbicara tentang kolam koi, ternyata ada beberapa jenis kolam yang sangat tergantung dari jenis ikan koi itu sendiri. Dari berbagai jenis kolam koi diantaranya kolam dalam, kolam dangkal dan kolam alami.

Umumnya kolam ikan koi jenis ini dibuat dengan bahan dasar batu bata, atau beton yang kuat dan kokoh dapat dicor dalam berbagai bentuk.

Terlepas dari jenis kolam koi yang Anda miliki atau akan bangun, hal terpenting tentang kolam koi adalah sistem penyaringan kolam koi. Sistem filter kolam koi ini sangat penting untuk menjaga ikan koi tetap sehat dan tidak membuat air keruh dengan sisa makanan atau kontaminan lainnya.

Jika Anda masih bingung bagaimana memilih dan memahami sistem filter kolam koi yang tepat, mungkin sedikit pembahasan dalam artikel ini dapat membantu Anda menentukan jenis filter yang Anda inginkan.

Pembuatan Filter Kolam Koi

Kehidupan ikan di alam liar contohnya sungai, kondisi air yang mengalir membuat air mengalir terus menerus dari mata air yang jernih. Akibatnya, pasokan oksigen untuk ikan selalu tertutup sepenuhnya.

Di dalam kolam buatan, situasinya benar-benar berbeda. Oksigen dalam air kolam harus benar-benar ditujukan dalam jumlah yang cukup.

Hasil ekskresi limbah yang dihasilkan pada sistem pencernaan ikan koi adalah bakteri amoniak yang dikeluarkan melalui feses ikan. Selain itu, ada juga bahan kimia yang dapat diekstraksi dari sisa makanan ikan koi yang juga dapat menghasilkan laktat amonia.

Amoniak merupakan zat yang bersifat racun bagi ikan koi. Oleh karena itu, amonia ini harus segera dikeluarkan dari kolam ikan agar tidak mengendap di kolam terlalu lama.

Hal ini dikarenakan ikan koi merupakan jenis ikan hias yang membutuhkan oksigen dalam jumlah besar, yang merupakan fungsi utama oksigen sekaligus memberikan udara segar di dalam kolam. Fungsi lain ini juga dapat membantu proses pencernaan ikan koi.

Sistem penyaringan air di filter kolam koi

Berbeda dengan jenis ikan arwana lain yang bisa dipelihara di akuarium, ikan koi jenis ini umumnya dipelihara di kolam yang cukup besar dan luas dimana ikan koi kemudian hidup berkelompok, dari makan hingga makan untuk mengeluarkan kotorannya.

Limbah ikan koi ini juga tidak hanya menghasilkan limbah fisik tetapi juga menghasilkan limbah kimia, oleh karena itu diperlukan sistem filtrasi di kolam ikan koi ini dan juga harus dirancang secara profesional dan dijamin mampu menangani kedua masalah tersebut secara signifikan.

Filter pada kolam koi yang baik adalah filter yang terdiri dari 2 bagian yaitu bagian filter biologis, yang berfungsi untuk mengatur keberadaan bakteri aerob (nitrifikasi) yang mampu mengurai komponen kimia dalam kotoran ikan/ mengurangi kotoran secara maksimal.

Yang kedua adalah adanya sistem filtrasi mekanis yang bertujuan untuk menghilangkan limbah fisik seperti kotoran ikan, daun kering, serangga mati, dll dengan sistem filtrasi mekanis ini.

Buat floor drain atau floor drain

Sebagian besar kolam yang siap atau siap untuk budidaya ikan koi umumnya memiliki saluran air di bagian bawah. Hal ini untuk memudahkan dalam membersihkan kotoran-kotoran yang berjatuhan di lantai kolam.

Perlu Anda ketahui juga bahwa letak saluran lantai ini bisa berada di bagian terdalam kolam Anda. Pada tambak tanpa bottom drain, kotoran terkumpul di dasar kolam dan kemudian tumbuh menjadi bahan kimia berbahaya yang dapat mempengaruhi kehidupan ikan koi.

Pada jenis kolam dengan parit dasar ini, setidaknya Anda harus rutin melakukan fase suction, atau bisa juga dengan melakukan pengosongan total, yang bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang mengendap di dasar kolam. kemudian kolam ikan koi yang sebelumnya memiliki outlet. Pada dasarnya, ini dikombinasikan dengan saluran lain yang biasanya dialirkan langsung ke tangki tinja atau tangki pengendapan.

Cara membuat saluran dasar panggul

Untuk membantu anda membuat floor drain yang tepat anda bisa memilih pipa atau batang besi yang masing-masing berukuran 3 inchi dan juga menggunakan suction pump yang mampu menampung hingga 2.500 galon per jam jika kemudian menggunakan pipa dengan ukuran 5 inchi berarti anda juga membutuhkan pompa hisap dengan kecepatan 3500 galon per jam.

Ini hanya untuk memastikan Anda memilih tangki pengendapan dengan ukuran yang diinginkan dan menyesuaikannya dengan saluran lantai yang Anda buat. Secara umum, ukuran tangki yang benar adalah sekitar 20% dari kapasitas drainase dasar kolam.

Adanya gaya gravitasi ini nantinya akan menyebabkan batuan sedimen di cekungan membantu membuang jenis debris yang mengendap di dasar cekungan, hasil kerja batuan sedimen tersebut diendapkan dan hanyut dikemudian hari. Mirip dengan kolam koi Anda, jumlah kotoran yang mengendap disedot sebanyak mungkin melalui saluran bawah tanah dan kemudian ditampung di tangki pengendapan.

Karena itu, kolam koi Anda tetap bersih dan menjaga kadar oksigen di dalam air. Yang harus Anda lakukan adalah secara rutin memeriksa filter pada pompa. Jika terlalu kotor, Anda harus menggantinya. Begitu juga dengan kotoran yang mengendap di tangki pengendapan harus dibersihkan secara berkala.