Tantangan Transformasi Digital Diungkap oleh Kementerian Kesehatan RI  

Berita Indonesia saat ini dari Perwakilan digital transformation office atau DTO melalui Kementerian Kesehatan RI yaitu Daniel Oskar Baskoro mengungkap mengenai sejumlah tantangan transformasi digital dalam pelayanan kesehatan di Indonesia.

Hal ini terkait dengan pelayanan kesehatan berintegritas dan berorientasi teknologi di Indonesia, yang memiliki berbagai tantangan menyangkut teknologi dan sumber daya manusia.

Tantangan Terbesar di Indonesia

Kementerian menyebut tantangan terbesar adalah dari sisi teknologi dan Human Resource atau sumber daya manusia.

Selanjutnya diharapkan tidak terfokus pada digitalisasi saja, melainkan dengan pendekatan kenyamanan standarisasi pengelolaan yang lebih baik dalam sistem pelayanan. Penjelasan tersebut diungkapkan oleh Daniel dalam digital transformation virtual Expo Wantiknas.

Pentingnya Literasi Digital

Kesadaran tentang pentingnya literasi digital, supaya teknologi yang tersedia lebih optimal dan menyeluruh menyentuh masyarakat Indonesia. Sehingga tantangan dalam transformasi digital bisa ditakhlukkan dan diatasi bersama.

Diperlukan juga pemerataan literasi digital, terkait dengan teknologi pada tiap daerah yang berbeda. Guna mendorong masyarakat dan publik officer, diharapkan mampu menggunakan regulasi yang lebih baik dalam penggunaan data.

Roadmap Kemenkes

Kemenkes telah memiliki peta jalan atau roadmap, mengenai kegiatan prioritas transformasi teknologi kesehatan hingga tahun 2024. Hal ini dipaparkan oleh Daniel. Hal ini terkait integrasi dan pengembangan sistem data kesehatan. Guna meningkatkan mutu kebijakan kesehatan berbasis data yang akurat dan mutakhir secara lengkap.

Selanjutnya diharapkan perolehan efisiensi pelayanan kesehatan merata. Hingga menyentuh dalam tingkat Puskesmas, klinik, laboratorium, rumah sakit, hingga apotek. Semuanya diharapkan mampu berintegritas dalam pengembangan sistem aplikasi pelayanan.

Upaya kolaborasi dibentuk untuk menindak pembangunan ini, yaitu terkait kerjasama daripada pemerintah, masyarakat, dan industri, yang diharapkan dapat berkesinambungan. Guna terciptanya ekosistem teknologi kesehatan yang lebih baik.

Sudah berjalan pengembangan data sistem berbasis integrated electronic health record, dalam peta jalan transformasi kesehatan oleh Kemenkes di Tahun 2022. Terlebih Fasyankes atau fasilitas pelayanan kesehatan yang berintegritas, merupakan pengembangan potensi sistem yang terarah.

Selain daripada perluasan telemedicine serta implementasi regulatory sandbox dalam inovasi biotek, dilakukan oleh Kemenkes untuk pengembangan ekosistem kesehatan di tahun 2022. Hingga diketahui pengembangan platform digital kesehatan yang berekosistem dengan tajuk Indonesia Health Services atau IHS, mengenai ketersediaan connectivitas data, layanan pendukung, analisis, hingga integrasi aplikasi kesehatan Indonesia.

Pengembangan teknologi berbasis kesehatan adalah untuk penanganan terhadap pandemi Covid 19, sebagai sikap tanggap berbasis strategi 3T. Yaitu testing, tracing, dan treatment. Di samping vaksinasi yang terus digalakkan.