Untuk Apa Cataflam dan Mengapa Dokter Meresepkannya?

Cataflam adalah merek obat dengan kandungan diklofenak, yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang dari kondisi seperti sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, dan kram menstruasi. Diklofenak termasuk dalam kelas obat yang disebut obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang bekerja dengan menghalangi produksi tubuh dari prostaglandin, hormon yang menyebabkan peradangan.

Dokter mungkin meresepkan obat ini untuk pasien yang mengalami gejala jenis ini tetapi tidak memerlukan rawat inap dalam banyak kasus. Efek samping Cataflam dapat mencakup mual, muntah, dan iritasi lambung. Efek samping dapat menghilang dengan sendirinya, namun apabila Anda merasakan efek samping yang berkelanjutan dan semakin parah, segera hubungi dokter Anda.

Jenis obat: Cataflam adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Ia bekerja dengan menghalangi produksi prostaglandin tubuh, yang bertanggung jawab untuk peradangan dalam tubuh. Ini juga dapat meredakan sakit dan nyeri ringan, dan mengurangi pembengkakan atau peradangan yang disebabkan oleh cedera atau radang sendi.

Indikasi: Cataflam digunakan untuk mengobati nyeri sedang dari kondisi seperti sakit kepala, nyeri otot, radang sendi dan kram menstruasi. Dokter mungkin juga meresepkannya untuk pasien yang mengalami gejala jenis ini tetapi tidak memerlukan rawat inap di sebagian besar kasus.

Cataflam tersedia dalam bentuk tablet dengan 25 mg dan 50 mg. Biaya Cataflam dapat bervariasi tergantung pada dosis yang Anda beli dan dari mana Anda membelinya. Harga Cataflam di apotik cukup mahal, namun sebanding dengan efektivitasnya. Cataflam bisa Anda beli dengan menggunakan resep dokter.

Efek samping: Efek samping Cataflam dapat berupa mual, muntah, dan iritasi lambung. Toksisitas hati juga telah dilaporkan tetapi jarang terjadi. Obat ini dapat berinteraksi dengan obat lain seperti antikoagulan, antiplatelet, antidepresan trisiklik atau inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI). Pasien harus memberi tahu dokter mereka tentang obat lain yang sedang mereka konsumsi, terutama sebelum memulai perawatan.

Kehamilan dan menyusui: Cataflam diklasifikasikan sebagai obat kategori C, yaitu studi terhadap binatang percobaan memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya resiko terhadap janin. Cataflam juga dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter. Pasien yang sedang menyusui atau hamil harus memeriksakan diri ke dokter sebelum mengonsumsi Cataflam.

Cataflam dikontraindikasikan pada pasien yang:

– Alergi terhadap salah satu bahan di Cataflam

– Memiliki tukak lambung atau riwayat tukak lambung

–  Pernah mengalami perdarahan gastrointestinal (dengan atau tanpa riwayat penggunaan NSAID seperti aspirin)

– Sedang menjalani hemodialisis

– Sedang menjalani pengobatan kortikosteroid akut selama lebih dari 7 hari.

– Sedang menjalani terapi antikoagulan oral setiap hari atau antikoagulan lainnya

– Memiliki riwayat asma, rinosinusitis atau polip hidung (bila menggunakan NSAID lainnya)

– Memiliki serangan jantung baru-baru ini, stroke atau semua jenis gangguan kardiovaskular yang parah.